Minggu, September 27, 2026
Beranda blog

PERIZINAN BELUM TUNTAS, DISPETARU GUNUNGKIDUL PERINTAHKAN PEMBANGUNAN RESORT WATU BOLONG DIHENTIKAN

0

GUNUNGKIDUL –www.ungkaprealuta.com Pembangunan Resort Watu Bolong di kawasan pantai Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, untuk sementara harus dihentikan. Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetaru) Kabupaten Gunungkidul meminta kegiatan pembangunan tidak dilanjutkan sebelum proses persyaratan dan perizinannya dinyatakan selesai.

Perintah penghentian tersebut disampaikan Kepala Dispetaru Gunungkidul, Fajar Ridwan, saat dikonfirmasi pada Jumat (25/9/2026). Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya telah memberikan teguran kepada pihak pengelola agar menghentikan kegiatan pembangunan.

“Pokoknya berhenti saat proses perizinannya belum selesai,” ujar Fajar.

Ia menjelaskan, langkah tersebut berkaitan dengan kewenangan Dispetaru dalam melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang. Karena persyaratan pembangunan dan proses perizinan belum tuntas, kegiatan pembangunan diminta untuk sementara dihentikan.

Perintah penghentian awalnya disampaikan secara lisan dan kemudian ditindaklanjuti melalui teguran secara tertulis. Pemerintah juga memiliki tahapan dalam melakukan penertiban, mulai dari teguran hingga peringatan sebelum masuk pada langkah penindakan lebih lanjut.

Fajar menegaskan, penghentian tersebut bukan berarti persoalan langsung diselesaikan dengan tindakan paksa. Pemerintah tetap memberikan ruang bagi pihak pengelola untuk menyelesaikan tahapan persyaratan dan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah penghentian sementara ini juga menjadi upaya untuk mencegah munculnya persoalan baru maupun polemik yang semakin melebar di kawasan wisata Pantai Watu Bolong.

Dengan dihentikannya pembangunan sementara, pemerintah berharap seluruh proses administrasi dan perizinan dapat diselesaikan terlebih dahulu. Setelah persyaratan dinyatakan lengkap dan sesuai ketentuan, proses pembangunan dapat kembali mengikuti mekanisme yang berlaku.

Kasus Resort Watu Bolong pun kini menjadi perhatian publik, khususnya terkait pentingnya kepastian tata ruang dan kelengkapan perizinan dalam setiap pembangunan kawasan wisata di Gunungkidul.

CATATAN DEMOKRASI GUNUNGKIDUL: PILUR SERENTAK 31 KALURAHAN BERJALAN DAMAI, WARGA TUNJUKKAN KEDewasaan Berdemokrasi

0

GUNUNGKIDUL – www.ungkaprealita.com Pesta demokrasi tingkat kalurahan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (26/9/2026), menjadi catatan penting dalam perjalanan demokrasi masyarakat di tingkat desa.

Pemilihan Lurah (Pilur) serentak digelar di 31 kalurahan. Jauh sebelum hari pencoblosan, pemerintah daerah bersama panitia, aparat keamanan dan berbagai unsur terkait telah melakukan persiapan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan tertib, aman dan kondusif
.
Suasana di sejumlah lokasi pemungutan suara tampak berlangsung tertib. Warga datang menggunakan hak pilihnya, sementara proses pemungutan dan penghitungan suara berjalan dalam suasana yang relatif tenang.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa perbedaan pilihan politik di tingkat kalurahan tidak harus berujung pada perpecahan. Masyarakat menunjukkan bahwa pesta demokrasi dapat berlangsung dengan tetap menjaga kerukunan dan hubungan sosial antarwarga.

Sebelumnya, Pemkab Gunungkidul memang menekankan pentingnya netralitas penyelenggara, integritas, keamanan serta menjaga agar perbedaan pilihan tidak menimbulkan konflik sosial.

Apresiasi untuk Panitia dan Aparat Keamanan
Keberhasilan pelaksanaan Pilur tentu tidak lepas dari kerja berbagai pihak. Panitia pemilihan di masing-masing kalurahan memiliki peran penting dalam memastikan tahapan pemungutan hingga penghitungan suara berjalan sesuai ketentuan.

Apresiasi juga patut diberikan kepada unsur keamanan, termasuk Linmas dan jajaran Polres Gunungkidul, yang melakukan pengamanan selama proses Pilur berlangsung.

Sebelumnya, Polres Gunungkidul memang telah menyiapkan personel untuk menjaga keamanan pelaksanaan Pilur serentak.

Pendekatan pengamanan yang mengedepankan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.

Demokrasi bukan hanya soal siapa yang memperoleh suara terbanyak. Lebih dari itu, demokrasi juga tentang bagaimana masyarakat mampu menerima perbedaan pilihan dan tetap hidup berdampingan setelah proses pemilihan selesai.

Menang dan Kalah Tetap Bersaudara
Pilur 2026 memberikan pesan penting bagi masyarakat Gunungkidul: beda pilihan tidak berarti harus berbeda dalam persaudaraan.

Para pendukung calon diharapkan dapat menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Calon yang terpilih nantinya juga memiliki tanggung jawab untuk merangkul seluruh masyarakat, termasuk warga yang sebelumnya memberikan dukungan kepada calon lain.

Karena setelah pencoblosan selesai, tidak ada lagi kubu-kubuan. Yang ada adalah satu masyarakat, satu kalurahan dan satu tujuan, yakni membangun kalurahan agar semakin maju dan sejahtera.

Pelaksanaan Pilur serentak 31 kalurahan ini diharapkan menjadi pengalaman demokrasi yang dapat terus dijaga. Semangat guyub, rukun, aman dan damai menjadi modal penting bagi Gunungkidul dalam menghadapi berbagai agenda demokrasi berikutnya.

Demokrasi boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan jangan sampai hilang.

Mbh mar

Mardi (Monto) Menang Pilur Watu Sigar, Raih 1.435 Suara: “Tak Ada Lagi Nomor 1, 2, 3, Kita Semua Bersaudara”

0

GUNUNGKIDUL –www.ungkaprealita.com Pemilihan Lurah (Pilur) Kalurahan Watu Sigar, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, yang digelar pada Sabtu, 26 September 2026, berakhir dengan kemenangan pasangan calon nomor urut 2, Mardi yang akrab disapa Monto.

Mardi (Monto) berhasil memperoleh 1.435 suara, mengungguli dua rivalnya, Sriyanto dan Fery, dalam kontestasi pemilihan lurah tersebut.
Kemenangan tersebut disambut antusias oleh para pendukung Mardi. Namun, dalam sambutan setelah hasil pemilihan diketahui, Mardi justru mengajak seluruh masyarakat Watu Sigar untuk tidak lagi terjebak dalam perbedaan pilihan politik.

Menurutnya, kemenangan yang diraih bukanlah kemenangan kelompok tertentu, melainkan kemenangan seluruh warga Watu Sigar.

> “Kemenangan ini bukan kemenangan kelompok, tetapi kemenangan warga Watu Sigar. Mari kita jaga kerukunan dan persatuan sesama,” ujar Mardi (Monto) di hadapan para pendukungnya.
Mardi menegaskan bahwa setelah proses pemilihan selesai, tidak seharusnya masih ada sekat berdasarkan nomor urut pasangan calon.

> “Hari ini tidak ada lagi paslon nomor 1, 2 atau 3. Yang ada adalah kita tetap bersama. Mari kita rajut persatuan dan kesatuan masyarakat Watu Sigar,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh pendukung agar tidak menjadikan perbedaan pilihan dalam Pilur sebagai alasan untuk bermusuhan.
“Mari jangan ada permusuhan satu dengan yang lain. Kita satu saudara,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan doa selama proses Pilur berlangsung.
> “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan doa. Mari kita bersama-sama ke depan membangun Watu Sigar menjadi lebih baik dan lebih maju,” ucap Mardi.

Pesan tersebut menjadi penutup dari rangkaian kontestasi Pilur Watu Sigar. Setelah pemungutan suara selesai, perhatian masyarakat kini beralih pada bagaimana seluruh elemen warga dapat kembali bersatu dan bersama-sama membangun kalurahan.

Mardi berharap perbedaan pilihan selama Pilur tidak meninggalkan perpecahan di tengah masyarakat. Baginya, tantangan pembangunan Watu Sigar ke depan membutuhkan kebersamaan seluruh warga.

Mbah mar

DINI HARI BENGKEL DIBOBOL! LAPTOP RAIB, PRIA DI BANTUL KEPEGOK KELUAR LEWAT VENTILASI

0

BANTUL, YOGYAKARTA –www.ungkaprealita.com Aksi dugaan pencurian terjadi di sebuah bengkel motor kawasan Caturharjo, Pandak, Bantul, pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Seorang pria berinisial AS (37), warga Pandak, Bantul, diamankan warga setelah diduga membobol bengkel dan mengambil sebuah laptop.

Kasus tersebut menimpa bengkel milik MM (49). Peristiwa diketahui setelah korban mendapat informasi bahwa bengkelnya telah dibobol. Saat tiba di lokasi, korban mendapati bagian pintu depan dalam kondisi rusak.

Setelah dilakukan pemeriksaan, satu unit laptop merek Toshiba yang sebelumnya disimpan di dalam lemari diketahui telah hilang. Korban juga menemukan ventilasi kamar mandi dalam kondisi rusak.

Polisi menduga ventilasi tersebut digunakan sebagai akses keluar setelah pelaku mengambil laptop. Saat keluar dari bengkel, AS diduga kepergok warga dan kemudian berusaha melarikan diri.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya AS berhasil diamankan. Polisi kemudian datang ke lokasi sekitar pukul 06.00 WIB dan membawa terduga pelaku beserta barang bukti ke Polsek Pandak.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1,8 juta.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menyampaikan bahwa penyidik telah memeriksa korban, sejumlah saksi, serta AS. Terduga pelaku juga telah dilakukan penahanan untuk menjalani proses hukum.

AS diproses atas dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Polisi masih melengkapi berkas perkara.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pemilik usaha untuk meningkatkan pengamanan, terutama pada jam-jam rawan ketika aktivitas masyarakat masih sepi.

Red

GEGER! RATUSAN WARGA BATANG DIDUGA KERACUNAN MBG, KORBAN DILAPORKAN TEMBUS 276 ORANG

0

BATANG, JAWA TENGAH –www.ungkaprealita.com Kabupaten Batang, Jawa Tengah, digegerkan dugaan keracunan massal setelah ratusan penerima manfaat

mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Kamis (24/9/2026), Pemerintah Kabupaten Batang mencatat sedikitnya 276 orang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026). Para korban berasal dari sejumlah jenjang pendidikan di Kecamatan Bawang, termasuk siswa dan orang tua yang ikut mengonsumsi makanan yang dibawa pulang anak mereka.

Keluhan mulai muncul beberapa jam setelah makanan dikonsumsi. Sejumlah korban mengalami mual, muntah, pusing, sakit perut hingga diare dan kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

Situasi sempat membuat fasilitas kesehatan di wilayah Batang dipadati pasien. Penanganan dilakukan antara lain di Puskesmas Bawang, RSUD Limpung, Puskesmas Subah dan RSUD Kalisari Batang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menyatakan kondisi para korban yang mendapatkan perawatan mulai membaik. Hingga pemantauan Kamis pagi, tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam pemeriksaan. Sampel makanan tengah diperiksa di laboratorium untuk memastikan sumber masalah. Salah satu laporan menyebut olahan telur menjadi salah satu makanan yang dicurigai, namun hal tersebut belum dapat dianggap sebagai penyebab pasti sebelum hasil pemeriksaan keluar.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut program MBG yang menyasar anak-anak sekolah. Pemeriksaan terhadap makanan dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab kejadian.

Pemerintah daerah bersama petugas kesehatan dan pihak terkait masih melakukan pendataan serta investigasi guna memastikan keamanan makanan dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Red

TNI AL GAGALKAN PENGANGKUTAN 407 TON SOLAR TANPA DOKUMEN DI SEMARANG, POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp6,5 MILIAR

0

SEMARANG –www.ungkap realita. Com Perairan Semarang, Jawa Tengah, menjadi lokasi penindakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) terhadap kapal SPOB Nurfaizah 03 yang diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis High Speed Diesel (HSD) atau solar tanpa dokumen yang dipersyaratkan.

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan sekitar 407 ton solar berada di ruang palka kapal. Muatan tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan. TNI AL memperkirakan dugaan pengangkutan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara sekitar Rp6,5 miliar.

Penindakan dilakukan Koarmada RI setelah mengembangkan informasi intelijen sejak 14 September 2026. Pada 15 September, KAL Pulau Menjangan dari jajaran Lanal Semarang melakukan pemeriksaan terhadap SPOB Nurfaizah 03.
Kapal berbendera Indonesia tersebut diketahui memiliki tonase 634 GT dan membawa 13 awak kapal. Dari pemeriksaan, selain menemukan ratusan ton solar, petugas juga menemukan sejumlah persoalan administrasi kapal.

Di antaranya, kapal disebut tidak memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) serta dokumen muatan atau manifest. Sejumlah sertifikat keselamatan kapal juga disebut telah kedaluwarsa.

Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AL dalam penegakan hukum dan pengawasan keamanan di wilayah laut Indonesia.

Saat ini kapal dan muatan solar telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak-pihak yang bertanggung jawab masih akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut pengangkutan ratusan ton BBM sekaligus persoalan kelengkapan dokumen pelayaran dan muatan. TNI AL menegaskan pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan BBM di wilayah perairan Indonesia akan terus dilakukan.

Catatan: status perkara masih dalam proses hukum. Karena itu, dugaan pelanggaran dan pihak yang bertanggung jawab tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan peradilan.

Red

Suparna SE Kembali Maju sebagai Calon Lurah Kampung, Bawa Semangat Pengabdian untuk Warga

0

GUNUNGKIDUL –www.ungkaprealita.com Suparna SE, sosok yang tumbuh dari keluarga petani desa, kembali mencalonkan diri sebagai Lurah Kampung, Kapanewon Ngawen. Dengan latar belakang sederhana dan pengalaman bermasyarakat, Suparna menyatakan ingin terus mengabdikan pikiran dan tenaganya untuk kemajuan masyarakat.
Suparna dikenal sebagai sosok yang berupaya dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia menekankan pentingnya merangkul seluruh warga tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun pilihan.
Menurut Suparna, pencalonannya kembali bukan semata-mata karena ambisi menduduki jabatan lurah. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk dedikasi untuk melanjutkan pembangunan dan menjaga kehidupan masyarakat Kampung agar tetap rukun, tenteram, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong.
> “Saya ingin membangun Kampung yang berkeadilan bagi semua. Bagi saya, jabatan bukan tujuan utama, tetapi bagaimana pikiran dan tenaga bisa saya sedekahkan untuk masyarakat,” ujar Suparna.
Ia juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Kampung tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan dalam pemilihan lurah.
Suparna mengusung harapan agar pembangunan Kampung ke depan dapat terus berjalan dengan melibatkan masyarakat dan mengedepankan semangat kebersamaan.
“Saya berharap masyarakat Kampung, Kapanewon Ngawen, selalu guyub. Mari bersama-sama melanjutkan pembangunan agar warga semakin berwibawa dan sejahtera,” katanya.
Bagi Suparna, semangat membangun desa bukan hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan masyarakat yang rukun, adil, saling menghargai, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kini, masyarakat Kampung akan menentukan pilihan dalam proses pemilihan lurah. Perbedaan pilihan diharapkan tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan dan kegotongroyongan yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan warga.

MADIUN BERGEJOLAK! BENTROKAN MASSA PSHT DAN POLISI PECah, ADA APA DI KOTA PENDEKAR?

0

MADIUN –www.ungkaprealita.com Suasana Kota Madiun, Jawa Timur, sempat memanas. Bentrokan antara massa pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan aparat kepolisian terjadi di kawasan Jalan Merak pada Selasa (22/9/2026).

Kericuhan tersebut terjadi ketika massa dari kubu pimpinan Muhammad Taufiq hendak menuju Padepokan Pusat PSHT di Jalan Merak. Menurut keterangan Polres Madiun Kota yang dikutip detikJatim, aparat melakukan penghadangan karena rencana kegiatan Parapatan Luhur (Parluh) pada 25–27 September 2026 belum memperoleh izin dari Forkopimda dengan pertimbangan keamanan.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi bentrokan antara massa dan petugas. Aparat mengantisipasi kemungkinan massa bertemu dengan kelompok PSHT lainnya yang disebut memiliki perbedaan kepengurusan.
Ketegangan ini menjadi perhatian publik karena Madiun selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan perguruan silat. Sejumlah personel keamanan kemudian disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Di sisi lain, Polres Madiun Kota menyampaikan bahwa aksi massa PSHT pada Selasa tersebut juga terdapat kegiatan penyampaian aspirasi yang dapat berlangsung damai setelah dilakukan komunikasi antara peserta aksi dan petugas. Polisi menyatakan seluruh massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.

Hingga Rabu (23/9/2026), perhatian publik tertuju pada perkembangan situasi menjelang agenda Parluh. Pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pihak-pihak terkait diharapkan terus melakukan komunikasi agar perbedaan internal tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

Pertanyaan publik kini mengemuka: ada apa sebenarnya di balik memanasnya situasi Madiun menjelang Parluh PSHT?

Red

Rasulan Pringgombo Digelar Meriah, Lurah Hermin: Guyub Rukun Hadapi Tantangan Zaman

0

GUNUNGKIDUL —www.ungkaprealita.com Tradisi rasulan atau bersih dusun kembali digelar masyarakat Kalurahan Pringgombo, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tahunan ini berlangsung dengan semangat kebersamaan sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kerukunan warga.

Rasulan tahun ini mengusung tema “Guyub Rukun Warga Pringgombo”. Berbagai kegiatan budaya dan olahraga disiapkan untuk memeriahkan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Lurah Pringgombo, Hermin, mengatakan rasulan bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan.

> “Kita menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Melalui rasulan ini, kita tetap menjaga hidup rukun, tenteram dan ayem. Saling mengasihi dan saling menghargai,” ujar Hermin.

Sejumlah agenda turut memeriahkan rangkaian bersih dusun tersebut. Di antaranya kirab budaya warga Pringgombo yang menampilkan semangat gotong royong dan kekayaan tradisi masyarakat.

Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan pertandingan bola voli yang melibatkan warga. Sementara pada malam harinya, masyarakat akan disuguhi pagelaran wayang kulit, sebuah tradisi yang hingga kini masih terus dipertahankan warga Pringgombo.

Pagelaran wayang kulit tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda.

Dalam pelaksanaan rasulan, kegiatan turut dihadiri sejumlah unsur Muspika Kapanewon Rongkop, bersama tokoh masyarakat dan warga Kalurahan Pringgombo.

Hermin berharap tradisi rasulan dapat terus menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat.
“Semoga ke depan Pringgombo senantiasa mendapatkan limpahan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga masyarakat selalu diberikan kesehatan, ketenteraman, dan kehidupan yang semakin baik,” harapnya.

Dengan semangat guyub rukun, rasulan Pringgombo bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat tumbuh dari kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sesama

Red

ISI YOGYAKARTA GEGer! Dosen Dilaporkan Mahasiswi Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

0

BANTUL, Yogyakarta —www.ungkaprealita.com Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tengah menjadi perhatian setelah seorang dosen dilaporkan terkait dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswi

Kasus tersebut bermula pada 18 Agustus 2026, ketika sejumlah mahasiswi dengan pendampingan dosen mendatangi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) ISI Yogyakarta untuk menyampaikan aduan.

Ketua Humas ISI Yogyakarta, Daru Tunggul Aji, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, setelah aduan diterima, Satgas meminta korban membuat laporan secara tertulis sebagai dasar untuk melanjutkan proses pemeriksaan.
Laporan tertulis kemudian disampaikan pada 20 Agustus 2026. Satgas PPKPT selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, serta dosen yang dilaporkan.

Rangkaian pemeriksaan tersebut dinyatakan selesai pada 10 September 2026. Setelah itu, Satgas menyusun kesimpulan dan rekomendasi untuk disampaikan kepada pimpinan ISI Yogyakarta.

Dosen Dinonaktifkan
Menindaklanjuti hasil pemeriksaan Satgas PPKPT, pimpinan ISI Yogyakarta pada 21 September 2026 menetapkan penonaktifan dosen tersebut dari tugas dan aktivitas akademik.

Penonaktifan itu berlaku sampai keputusan mengenai sanksi terhadap dosen yang bersangkutan ditetapkan. ISI Yogyakarta menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari proses penanganan internal atas laporan yang diterima.

Dosen yang dilaporkan diketahui mengajar di Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Humas ISI Yogyakarta juga menyebut yang bersangkutan merupakan dosen yang relatif baru dan mulai mengajar di kampus tersebut pada 2025.

Daru mengatakan dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan mencakup aspek verbal. Namun, pihak kampus tidak mengungkapkan detail peristiwa guna menjaga perlindungan terhadap korban.

Kampus Jaga Identitas Korban
ISI Yogyakarta menyatakan keselamatan dan perlindungan korban menjadi perhatian utama dalam penanganan kasus tersebut. Identitas korban, pelapor maupun saksi juga diminta tidak disebarluaskan.
Kampus mengimbau sivitas akademika dan masyarakat tidak menyebarkan dokumentasi maupun informasi pribadi yang berpotensi menambah beban atau membahayakan korban.

Kasus ini kini memasuki tahapan penanganan institusional setelah proses pemeriksaan Satgas PPKPT rampung. Keputusan akhir mengenai sanksi terhadap dosen tersebut masih menjadi bagian dari proses yang berjalan

Redaksi
l